
Bareksa.com - Rencana bergulirnya kembali Indonesian Super League (ISL) membawa angin segar bagi emiten penyiaran PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Riset Macquarie menyebutkan liga sepakbola yang akan dimulai pada April ini akan memberi kontribusi signifikan kepada SCTV, stasiun televisi milik SCMA.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mencabut pembekuan PSSI. Selain itu pemerintah juga telah menyetujui bergulirnya kembali ISL.
ISL yang akan berakhir pada Desember ini diperkirakan akan menaikkan marketshare SCTV yang telah melemah menjadi 13 persen semenjak Oktober 2015.
ISL sebelumnya disiarkan oleh MNCN dengan biaya Rp170 miliar. Ini merupakan paket siaran olahraga termahal di Indonesia.
Dengan menjadi media partner, maka SCTV akan menayangkan 202 pertandingan yang akan ditayangkan pada jam prime time setiap akhir pekan atau pun hari kerja. SCMA rencananya juga akan menayangkan ISL di SCTV dan Indosiar pada tahun berikutnya.
Macquarie memperkirakan secara keseluruhan market share SCMA akan naik signifikan. Apalagi ditambah dengan serial drama baru yang ditayangkan perseroan.
Walaupun demikian, SMCA belum tentu bisa meraih kenaikan pendapatan. Pasalnya pembelian program ini membutuhkan dana yang sangat besar.
Grafik : Pergerakan Saham SCMA
Sumber: Bareksa.com
Saham SCMA sendiri terus bergerak positif dalam sejak minggu pertama Maret 2016 pada kisaran Rp2.800 - 2.900 per lembar. Pada penutupan kemarin (Senin, 28 Maret 2016) harga saham SCMA ditutup pada harga Rp3.190.
Pada perdagangan hari ini (Selasa, 29 Maret 2016) hingga pukul 11.00 saham SCMA juga naik sebesar 3,4 persen menjadi Rp3.300 per lembar saham.