
Bareksa.com - Franklin Templeton, pekan lalu menambah kepemilikan sahamnya pada salah satu bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Melalui sejumlah reksa dana yang dikelolanya, perusahaan investasi asal Amerika Serikat itu kembali membeli saham Danamon setelah sempat menjual sebagian pada September 2015.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Franklin Templeton melalui lima reksa dana yang dikelolanya, yakni FTIF-Templeton Emerging Markets Fund, FTIF-Templeton Asian Growth Fund, FTIF-Templeton Asian Smaller Companies Fund, FTIF-Templeton Emerging Markets Balanced Fund, dan FTIF-Franklin Global Allocation Fund, telah membeli sebanyak 216.100 lembar saham BDMN pada harga Rp3.369 per saham pada 27 Januari 2016.
Perlu diketahui bahwa transaksi beli ini pertama kali dilakukan setelah sempat menjual pada September 2015 lalu. Data registrasi pemegang efek perseroan menunjukan pada September, Franklin Templeton menjual 436.400 lembar saham dan menurunkan kepemilikan mereka di Bank Danamon menjadi 6,81 persen dari sebelumnya 6,82 persen.
Grafik: Jumlah Saham BDMN yang Dimiliki Franklin Templeton
sumber: Bursa Efek Indonesia, diolah Bareksa
Bank yang sudah berdiri sejak1956 ini membukukan penurunan kinerja pada 2015 seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Sampai September 2015, laba bersih BDMN yang dapat didistribusikan kepada entitas induk turun 10 persen menjadi Rp1,89 triliun dari sebelumnya 2,10 triliun. Rasio kredit macet (non performing loan/NPL) naik menjadi 3 persen dari sebelumnya 2,4 persen sejalan dengan peningkatan NPL industri perbankan.
Baru-baru ini, Bank Danamon juga melepas sebagian saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) untuk memenuhi ketentuan saham beredar minimum (free float) di BEI. Pelepasan saham ADMF tersebut membuat harga saham BDMN melesat 7 persen menjadi Rp3.475 dari sebelumnya Rp3.250. (Baca juga: Danamon Lepas 29 Juta Saham Adira, Harga Diskon 21% di Pasar Nego)
Grafik: Harga Saham BDMN
sumber: Bareksa.com
Akhir pekan lalu, Jumat 29 Januari 2016 harga saham BDMN ditutup melompat 19 persen ke level Rp4.060 per saham dari hari sebelumnya Rp3.410. Namun, sayangnya pagi ini (Senin, 1 Febuari 2016), sampai dengan jam 9.30 WIB harga BDMN turun 5,30 persen menjadi Rp3.845 per saham.