MARKET FLASH: Tambang Merdeka Copper Tetapkan Harga IPO Rp2.000

Bareksa • 04 Jun 2015

an image
Presdir PT Merdeka Copper Gold Tbk. Adi Adriansyah Sjoekri (kedua kanan) bersama Wakil Preskom Edwin Soeryadjaya (kiri), Direktur Hardi Wijaya Liong (kedua kiri) dan Direktur Rony N. Hendropriyono usai Paparan Publik di Jakarta 12 Mei 2015 (Antara Foto/Audy Alwi)

Adaro pacu bisnis PLTU dengan investasi hingga $6,7 miliar. Modernland tambah dana akuisisi lahan.

Bareksa.com - Berikut sejumlah berita terkait korporasi dan pasar modal yang dirangkum dari surat kabar nasional: 

PT Adaro Energy TBk (ADRO)

ADRO memacu diversifikasi bisnis di bidang energi, khususnya proyek pembangkit listrik untuk mengantisipasi penurunan pendapatan akibat lemahnya harga komomditas. Adaro menargetkan menuntaskan proses finansial closing dua mega proyek. 

Proyek pertama adalah PLTU Batang di Jawa Tengah Berkapasitas 2x1.000 megawatt dengan investasi $4 miliar. Proyek kedua adalah PLTU berkapasitas 2x100 megawatt di Tabaling Kalimantan Selatan senilai $450 juta hingga $550 juta. 

Pembangkit listrik lain yang bakal dibangun Adaro yakni pembangkit listrik mulut tambang 2x300 MW di Kalimantan Timur. Adaro bermitra dengan China Shenhua Overseas and Development pada November 2014 untuk membangun proyek itu senilai $1,2 miliar.  

PT Merdeka Copper Gold Tbk

Merdeka menetapkan harga saham initial public offering pada Rp2.000. Harga tersebut mendekati batas-atas dalam kisaran yang ditetapkan sebesar Rp1.800 hingga Rp2.100. Meski demikian, jumlah saham yang dilepas hanya separuh dari yang direncanakan semula.

Perusahaan tambang yang belum berproduksi ini lebih mementingkan valuasi harga saham, dan menurunkan jumlah saham yang dilepas menjadi hanya 420 juta saham atau 10,42 persen total modal ditempatkan. Total raihan dana ditargetkan sekitar Rp840 miliar. 

PT Modernland Realty Tbk (MDLN)

Emiten properti ini menambah dana untuk akuisisi lahan menjadi Rp2 triliun, sebelumnya hanya Rp1,3 triliun. Dana itu untuk membeli lahan di dua okasi yaitu Cikande, Serang Banten dan Bekasi. 

Sumber dana untuk akuisisi lahan berasal dari kas internal, hasil marketing sales dan obligasi. MDLN baru menerbitkan obligasi Rp1 triliun, yang merupakan tahap pertama dari penawaran berkelanjutan RP2 triliun. 

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI)

Rajawali dan Saratoga berencana memperkuat bisnis otomotif, seiring rencana Saratoga mengakuisisi saham operator taksi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) 51 persen. Rajawali selaku pengendali TAXI masih bernegosiasi dengan Saratoga mengenai targetnya ataupun nilai akuisisi. 

Sinergi paling mungkin atara Saratoga dan Taxi adalah di sektor otomotif. Misalnya, bisnis rental anak usaha Saratoga bisa dintegrasikan dengan taksi Express yang saling menguntungkan. 

PT Soechi LInes Tbk (SOCI)

Emiten perkapalan ini akan menerbitkan obligasi global $200 juta pada semester kedua tahun ini. Sekitar 70-80 persen dana raihan itu dialokasikan untuk pembiyaan kembali utang (refinancing). SOCI akan melaksanakan refinancing 38,1 persen dari total utang $148,02 juta per Maret 2015. Refinancing diutamakan untuk utang rupiah karena pendapatan perseroan berdenominasi dolar. Total utang denominasi dolar SOCI mencapai 91,6 juta per Maret 2015. 

PT ABM Investama Tbk (ABMM)

ABMM melalui anak usahanya PT Sumberdaya Sewatama akan membangun pembangkit listrik minihidro (PLTM) di Sapaya Sulawesi Selatan. Tahap awal investasi diperkirakan Rp132 miliar. Jika pengembangan berjalan mulus, pembangkit listrik siap beroperasi pada 2017. PLTM Sapaya dibangun oleh Sewatama dengan mitra Perusahaan Daerah Gowa Mandiri. Sewatama bertindak sebagai pemegang mayoritas saham 86 persen. (kd)