
Bareksa.com - Fenomena menarik diperlihatkan pergerakan dana investor asing dalam kaitannya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejak pelantikan Presiden Joko Widodo. Berdasarkan data historis Bareksa, sudah menjadi pola umum bahwa setiap kali terjadi outflow dana investor asing, IHSG juga turut menurun.
Akan tetapi, sebagaimana diperlihatkan grafik di bawah ini, di masa pemerintahan Jokowi-JK dari awal Desember 2014 sampai akhir Januari 2015 pola itu seperti tak lagi berlaku. Walaupun terjadi arus dana keluar (outflow) dari investor asing sebanyak Rp15,98 triliun, IHSG masih bertahan di level 5.160.
Tidaklah berlebihan jika sebagian analis menyimpulkan bahwa anomali -- pergerakan yang tidak biasa -- pada pasar saham ini mengindikasikan optimisme investor domestik terhadap pemerintahan baru. Sejak Presiden Jokowi dilantik Oktober 2014 lalu, IHSG relatif selalu bergerak ke arah positif walaupun mengalami beberapa kali koreksi jangka pendek.
Sumber: Bareksa.com
Karena itulah, ketika investor asing kembali memasukkan dananya ke pasar modal Indonesia (inflow) pada Februari ini, sekitar Rp11,13 triliun, IHSG kembali terdongkrak dan menembus rekor tertingginya, pada Senin kemarin 23 Februari 2015, di level 5.403,28.
Secara year-to-date, IHSG tercatat naik 3,37 persen. Namun, jika dihitung sejak Presiden Jokowi dilantik, IHSG telah melonjak 7,1 persen. (kd)