
Bareksa.com - Inflasi bulan Januari 2015 diproyeksi mencapai 0,24 persen lebih rendah dibanding tahun lalu karena penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diturunkan pemerintah dua kali sejak awal tahun menurut proyeksi Mandiri Sekuritas dalam laporan yang telah disampaikan kepada nasabah.
Jika sesuai perkiraan maka inflasi tahunan akan melambat menjadi 7,5 persen dibandingkan Desember 2014 yang mencapai 8,4 persen.
"Faktor utama inflasi yang lebih rendah adalah harga BBM ritel yang turun dua kali selama bulan Januari 2015," ujar tim riset Mandiri Sekuritas.
Seperti diberitakan, pemerintah memutuskan untuk memangkas harga BBM menjadi Rp7.600 per liter pada tanggal 1 Januari dan kemudian kembali menurunkannya menjadi Rp6,600 per liter pada 19 Januari. Harga rata-rata BBM pada bulan ini adalah Rp7.181 per liter, dibandingkan Rp8.500 per liter pada Desember 2014.
"Penurunan itu saja diperkirakan dapat memangkas inflasi bulanan sebesar 0,4 percentage point (ppt). Inflasi makanan juga melambat sehingga tekanan inflasi semakin lemah," tulis riset itu.
Sementara itu, neraca perdagangan diperkirakan akan mencatat sedikit surplus karena ekspor yang sudah membaik. Mandiri Sekuritas memprediksi neraca perdagangan Desember 2014 akan mencatat surplus $110 juta, dibandingkan defisit $426 juta pada bulan sebelumnya. (np)