
Bareksa.com - Dalam perdagangan enam bulan terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah lebih dari 1 persen sebanyak tiga kali. Pelemahan terburuk terjadi pada pertengahan Desember tahun lalu, di tengah meruapknya kekhawatiran bank sentral Amerika, The Fed, akan menaikkan tingkat suku bunga dan munculnya kembali tanda-tanda ancaman krisis global.
Semalam, Kamis 29 Januari 2015, pada perdagangan offshore rupiah melemah 1,01 persen. Pergerakan rupiah di pasar offshore -- yang bisa mempengaruhi perdagangan onshore -- kadang lebih fluktuatif, tetapi dapat menjadi indikator.
Sumber: Bareksa.com
Pada Jumat pagi jam 10.00 WIB rupiah sempat melemah 0,75 persen ke titik Rp12.675 per dolar Amerika. Namun hingga jam 14.20 WIB, pelemahan rupiah mereda menjadi 0,2 persen ke titik Rp12.607 per dolar Amerika. (qs)