Harga Kontrak Pengiriman CPO Naik Akibat Banjir Malaysia

Bareksa • 29 Dec 2014

an image
Dua warga menyortir biji kelapa sawit di Desa Rantau Sakti, Rokan Hulu, Riau (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Diperkirakan, produksi CPO Malaysia berkurang hingga 18 persen akibat banjir

Bareksa.com – Malaysia mengalami musibah banjir terbesar dalam beberapa dekade terakhir, 120 ribu orang pun telah dievakuasi. Banjir tersebut secara tidak langsung juga mendorong harga minyak kelapa sawit (CPO) di bursa Malaysia, produsen terbesar dunia setelah Indonesia. 

Harga kontrak CPO di Bursa Berjangka Malaysia mengalami kenaikan 1,4 persen menjadi RM2.250 per tonnya pada tanggal 26 Desember 2014, dibandingkan dengan RM2.219 pada perdagangan sebelum libur Natal tanggal 24 Desember 2014. 

Bahkan, harga CPO telah mengalami kenaikan 6,7 persen sejak awal bulan Desember. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan harga minyak dunia sejak sebulan terakhir. 

Grafik Perbandingan Harga Minyak Mentah Jenis Brent Oil dengan CPO

Sumber: Bareksa.com

 

Kenaikan harga CPO tersebut disebabkan oleh kekhawatiran terganggunya pasokan CPO dari Malaysia. Banjir diperkirakan dapat mengurangi produksi CPO Malaysia hingga 18 persen, seperti dikutip dari Reuters. 

Beberapa pelaku pasar komoditas di Malaysia meyakini bencana banjir akan berdampak pada kenaikan harga kontrak pengiriman CPO karena keterbatasan produksi komoditas yang menjadi bahan pangan ini. 

"Penurunan pasokan CPO (akibat banjir) pasti memberikan beberapa dampak dalam jangka pendek," ungkap salah seorang trader komoditas yang dikutip dari thetar.com.

Analis CIMB Securities Ivy NG Lee Fang, dalam risetnya kepada nasabah, memproyeksikan harga CPO dapat bergerak ke level RM2.390 per tonnya hingga akhir tahun dan meningkat menjadi RM2.460 per ton di tahun 2015. (hm)