Nilai Valuasi Akuisisi Green Eagle Oleh BW Plantation Lebih Tinggi Dari Industri

Bareksa • 25 Sep 2014

an image
Dua warga menyortir biji kelapa sawit di Desa Rantau Sakti, Rokan Hulu, Riau (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Berdasarkan nilai PBV (Price to Book Value) pembelian Green Eagle setara dengan 3,52 kali PBV

Bareksa.com – Jika didasarkan perhitungan nilai PBV (Price to Book Value), akuisisi Green Eagle Holding Pte Ltd Grup oleh perusahaan perkebunan PT BW Plantation Tbk (BWPT) senilai Rp 8,565 triliun tergolong premium.  

Akuisisi tersebut setara dengan 3,52 kali PBV (Price to Book Value) atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai PBV perusahaan perkebunan di BEI yang terangkum dalam data Bareksa sebesar 2,15 kali.

Siapakah GEH ? GEH dimiliki oleh Green Eagle Palm Ltd bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2014, Green Eagle memiliki total aset senilai Rp 6,96 triliun. Dari total aset tersebut, 46,46 persennya atau senilai Rp3,23 triliun berupa aset perkebunan.

Hingga akhir Juni 2014, perkebunan sawit milik Green Eagle tercatat memiliki areal seluas 66,75 ribu hektare yang tersebar di Kalimantan Selatan, Timur, Barat serta Papua.

Green Eagle juga masih memiliki cadangan lahan tambahan di Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat, serta Sulawesi.

Dari total areal tersebut, areal seluas 38,32 ribu hektare telah menghasilkan dengan rata-rata usia tanaman menghasilan berumur 8,4-8,5 tahun. Usia tanaman sawit yang tergolong muda tersebut memiliki potensi produksi di tahun-tahun mendatang karena umur produktif tumbuhan sawit berkisar dari 3-25 tahun.

Sedangkan tingkat ekstraksi minyak dan kernel perkebunan Green Eagle juga tidak buruk, masing-masing sebesar 23,9 persen dan 3,7 persen untuk periode Juni 2014 yang dapat dilihat pada tabel di bawah. Angka tersebut masih wajar jika dilihat mudanya usia tanaman sawit Green Eagle.

Selain umur yang masih muda, tanah perkebunan yang didominasi unsur mineral yang tinggi baik untuk pertumbuhan kelapa sawit.

Batas waktu Hak Guna Usaha (HGU) juga cukup lama yakni di Kalimantan Selatan akan berakhir antara tahun 2033-2039, untuk lokasi di Kalimantan Timur antara tahun 2044-2048 dan di Kalimantan Barat pada tahun 2048. (NP)

Tabel Lokasi Perkebunan Green Eagle Grup (Perkebunan Inti dan Plasma)

Sumber: Company

Tabel Informasi Kinerja Perkebunan Green Eagle Grup

Sumber: Company

Tabel Presentase tanah mineral Areal Tanam Green Eagle Grup  

Sumber: Company