
Investor Daily - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan, neraca perdagangan April mengalami surplus sekitar US $ 600 Juta. Ini berarti jumlahnya tidak jauh berbeda dengan surplus neraca perdagangan Maret sebesar US$ 673 juta.
Surplus ini didorong oleh membaiknya kinerja ekspor non migas, stabilnya harga komoditas andalan seperti batu bara dan crude palm oil (CPO), dan dampak UU Minerba yang sudah tidak terasa lagi.