
Kompas.com - Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali variatif memasuki bulan Februari. Di awal pekan ini, Senin (3/2/2014), investor dan pelaku pasar menunggu rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia terbaru yang dapat memengaruhi posisi mata uang garuda.
Laju rupiah jelang libur imlek pekan lalu kembali turun seiring respon pelaku pasar terhadap rilis hasil pertemuan FOMC yang kembali melakukan pengurangan pembelian obligasi menjadi 65 miliar dollar AS dari sebelumnya 75 miliar dollar AS.