Ini Saham-saham yang Dikoleksi Reksadana Juara Cuan 2021

Saham BBRI, MDKA dan TBIG dikoleksi masing-masing oleh 3 reksadana saham juara cuan pada 2021
Abdul Malik • 10 Jan 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tahun 2021 telah pergi meninggalkan kita. Kinerja pasar modal Tanah Air menunjukkan hasil cukup memuaskan pada tahun lalu, sehingga mendorong kinerja sejumlah produk reksadana.

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi tolok ukur kinerja pasar saham Indonesia mencatatkan kenaikan 10,08 persen sepanjang 2021 dengan berakhir di level 6.581,48.

Sementara itu, menurut data marketplace reksadana Bareksa, kinerja reksadana saham yang diharapkan tumbuh tinggi setidaknya mendekati pertumbuhan IHSG, kenyataannya berbanding terbalik. Indeks reksadana saham justru menorehkan kinerja paling tertinggal yakni hanya tumbuh 0,32 persen sepanjang 2021.

Sumber: Bareksa

Meskipun secara umum mencatatkan hasil kurang memuaskan, namun beberapa produk reksadana saham yang tersedia di Bareksaberhasil mencatatkan kinerja ciamik sepanjang tahun lalu.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Sumber: Bareksa

Tercatat top 5 reksadana saham di Bareksa menorehkan kinerja yang terbilang sangat mengesankan dengan imbal hasil (return) 16,37 persen hingga 25,58 persen. Lantas apa saja portofolio investasinya?

Mengacu kepada fund fact sheet (FFS) setiap reksadana per November 2020, berikut beberapa aset yang terdapat dalam portofolio kelima reksadana saham dengan cuan tertinggi tersebut.

Reksadana
Underlying Assets
Periode FFS
Manulife Saham Andalan
Astra International Tbk (ASII)
November 2021
Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Bank Jago Tbk (ARTO)
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX)
M Cash Integrasi Tbk (MCAS)
Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
Manulife Greater Indonesia Fund
Astra International Tbk (ASII)
November 2021
Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Bank Jago Tbk (ARTO)
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX)
M Cash Integrasi Tbk (MCAS)
Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
Reksa Dana Syariah BNP Paribas Cakra Syariah USD Kelas RK1
Accenture Plc
November 2021
Alphabet Inc
Amazon.com Inc
Apple Inc
Home Depot Inc
Microsoft Corp
Procter & Gamble
Roche Holding AG
Salesforce.com Inc
Visa Inc
Semesta Dana Saham
Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
November 2021
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)
BMLK02C
Harum Energy Tbk (HRUM)
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Link Net Tbk (LINK)
MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)
Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS)
Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN)
Shinhan Equity Growth
Aneka Tambang Tbk (ANTM)
November 2021
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Indika Energy Tbk (INDY)
Indosat Tbk (ISAT)
Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
TD Bank Panin Dubai Syariah
TD Bank Shinhan
TD BPD Jawa Barat
TD BPD Jawa Barat Syariah

Sumber : fund fact sheet

Baca juga : Investasi Reksadana di Bareksa dapat OVO Poin dan Voucher GrabFood

Berdasarkan catatan fund fact sheet tersebut saham BBRI, MDKA dan TBIG dikoleksi masing-masing oleh 3 reksadana saham juara cuan pada 2021. Adapun beberapa saham lainnya dikoleksi oleh 2 reksadana seperti saham BMRI, BBCA, MCAS, ARTO, dan ASII.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.