Laba Bersih Telkom Melesat Jadi Rp18,8 Triliun, Saham TLKM Dikoleksi 83 Reksadana

Saham TLKM ditutup melonjak 5,26 persen ke level Rp4.000 per saham kemarin
Abdul Malik • 26 Nov 2021
cover

Gedung Plaza Telkom. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat signifikan pada perdagangan Kamis (25/11/2021), disertai dengan pergerakannya yang sangat atraktif.

Kemarin, saham TLKM ditutup melonjak 5,26 persen ke level Rp4.000 per saham. Selain itu, saham BUMN telekomunikasi ini tercatat menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan di bursa dengan nilai Rp1,06 triliun.

Tak hanya menjuarai nilai transaksi perdagangan, saham TLKM juga menjadi saham yang paling banyak diburu investor asing pada perdagangan kemarin dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp410,95 miliar.

Menurut pandangan Bareksa, saham TLKM mendapatkan apresiasi pelaku pasar seiring dengan kinerja keuangannya yang ciamik hingga kuartal III 2021.

Sebagai informasi, sepanjang sembilan bulan pertama 2021, Telkom membukukan kenaikan pendapatan 6,11 persen year on year (yoy) menjadi Rp106,04 triliun dari Rp99,94 triliun.

Sejalan dengan itu, laba bersih Telkom meningkat 13,15 persen yoy, dari Rp16,68 triliun menjadi Rp18,87 triliun.

Adapun pendorong dari laba TLKM pada kuartal III 2021 berasal dari layanan consumer fixed broadband, IndiHome dan bisnis digital. Layanan IndiHome secara berkelanjutan melakukan pengayaan konten melalui kerja sama strategis dengan penyedia konten (content provider) global, seperti Viu, layanan video streaming beragam tayangan Asia.

IndiHome juga menambahkan kanal Neptune TV, kanal dokumenter kehidupan laut yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tercatat, pendapatan IndiHome tumbuh 21,9 persen YoY menjadi Rp19,6 triliun dengan EBITDA margin IndiHome yang kian meningkat menjadi 50 persen pada akhir kuartal III 2021. Peningkatan ini dipengaruhi oleh pendapatan dari add-ons yang tumbuh cukup besar terhadap pendapatan IndiHome.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan capaian kinerja perusahaan semakin baik dan on the right track dengan apa yang pihaknya rencanakan. Menurutnya, pencapaian ini dipengaruhi oleh transformasi yang gencar dilakukan TLKM, termasuk dengan strategi penguatan kapabilitas.

"Penguatan dilakukan melalui pembangunan sendiri, menjalin kemitraan strategis maupun strategi inorganik seperti akuisisi. Telkom akan terus mempercepat transformasi dan penataan portofolio demi value creation yang optimal bagi TelkomGroup, stakeholder serta bangsa dan negara," ujar Ririek dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Reksadana dengan Underlying Asset Saham TLKM

Melihat adanya sentimen positif pada saham TLKM, maka menarik untuk mengetahui kira-kira produk reksadana apa saja yang memiliki saham ini dalam portofolionya.

Berikut beberapa reksadana di Bareksa yang tercatat menjadikan saham TLKM sebagai underlyingasset dalam portofolionya.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet yang ada, setidaknya terdapat 83 produk reksadana yang tercatat memiliki saham TLKM dalam portofolionya.

Hal ini cukup wajar mengingat TLKM adalah salah satu saham big caps dengan kinerja yang optimal, sehingga menjadi pilihan para manajer investasi.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.