Lima Tips Investasi Emas Bagi yang Bergaji Kecil

Emas akan lebih menghasilkan jika dijual setelah disimpan dalam jangka waktu lama
Abdul Malik • 13 Oct 2021
cover

Ilustrasi investasi emas batangan dan koin atau logam mulia. (Shutterstock)

Bareksa.com - Investasi dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk oleh mereka yang bergaji kecil. Salah satu jenis investasi yang cukup populer adalah investasi emas.

Emas selain dapat digunakan sebagai perhiasan juga dapat dijadikan instrumen investasi, khususnya yang berupa emas batangan atau kerap disebut logam mulia.

Nah, berikut adalah beberapa tips investasi emas bagi Anda yang bergaji kecil, sebagaimana dilansir laman Sahabat Pegadaian :

1. Rajin Menabung

Harga jual beli emas selalu berbeda, tergantung pada kondisi pasar. Namun, harga emas kini sudah berada di atas Rp900.000 per gram.

Bagi karyawan yang memiliki gaji kecil, jumlah ini tentu cukup besar. Cara yang paling masuk akal untuk mendapatkannya adalah dengan menabung secara teratur.

Kamu bisa menabung dengan cara menyisihkan nominal tertentu setiap hari. Kamu juga bisa memanfaatkan fasilitas Tabungan Emas.

Ingat pepatah, "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit." Perlahan-lahan kamu menabung emas, lama-kelamaan hasilnya bisa dirasakan.

2. Aktif Memantau Pergerakan Harga Emas

Selain menabung, hal lain yang perlu dilakukan adalah selalu memantau pergerakan harga emas. Pada umumnya, harga emas memang selalu stabil.

Namun, diperlukan kejelian dan kecermatan untuk memutuskan kapan membeli emas dan kapan menjualnya. Jika kamu ingin mendapatkan keuntungan besar dari investasi emas, sebaiknya jangan terburu-buru untuk menjualnya kembali.

Sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang, emas akan lebih menghasilkan jika dijual setelah disimpan dalam jangka waktu lama.

3. Mulai dari yang Kecil

Tidak perlu terlalu memaksakan diri ketika baru saja memulai berinvestasi emas. Sesuaikan jumlah investasi dengan kemampuanmu. Jika hanya mampu membeli 1 gram emas setiap 6 bulan, tidak perlu khawatir. Seiring waktu, jumlah investasi yang dimiliki pun akan semakin meningkat.

Langkah dimaksud juga berkaitan dengan faktor risiko yang harus dihadapi. Semakin besar investasi yang kamu miliki, risiko yang ada pun semakin tinggi. Namun, dengan pengalaman yang semakin banyak, kamu pun pasti akan lebih siap menghadapinya.

4. Investasi Sesuai Kondisi

Jangan karena ingin cepat merasakan hasilnya, maka kamu memaksakan kondisi untuk bisa investasi emas. Ini adalah langkah yang salah.

Investasi sebaiknya tidak berasal dari hasil paksaan, tetapi merupakan bagian dari penghasilan yang telah disisihkan.

Sebagai karyawan dengan gaji kecil, tentu cukup berat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membayar kewajiban lainnya.

Jadi, sebisa mungkin untuk berinvestasi sesuai dengan kondisi keuangan kamu. Jangan dipaksakan.

5. Berkonsultasi pada Orang yang Lebih Ahli

"Malu bertanya, sesat di jalan," demikian kata pepatah. Hal ini juga berlaku jika kamu sedang berinvestasi emas. Bertanyalah kepada orang-orang yang lebih ahli dan lebih paham cara mendapatkan keuntungan dari investasi ini.

Berbekal pengetahuan tersebut, kamu pun akan lebih mahir dalam mengendalikan investasi sehingga tidak mengalami kerugian, tetapi keuntungan.Warren Buffett, seorang miliarder, berkata, "investasi harus rasional. Jika kamu tidak memahaminya, jangan lakukan."

Maka, selain niat yang besar, perlu memiliki pengetahuan mengenai instrumen investasi yang dipilih juga penting supaya investasi bisa memberikan hasil yang maksimal. Pengetahuan itu termasuk mengenali profil risiko kamu ya.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.