Kisah Greysia - Apriyani Investasi Sejak Dini untuk Jamin Keuangan Masa Depan

Abdul Malik • 06 Aug 2021

an image
Screen capture ngobrol investasi bareng Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di Bareksa secara virtual (6/8/2021). (Bareksa)

Ada kisah beberapa atlet yang dulunya juara, sekarang tidak punya kehidupan layak, karena itu Greysia - Apriyani ingin berinvestasi untuk menyiapkan kebutuhan keuangan masa depan

Bareksa.com - Menjadi atlet juara dunia tidak lantas membuat Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berpangku tangan puas dengan apa yang telah dicapai saat ini. Ganda putri bulutangkis Indonesia peraih emas pada Olimpiade Tokyo itu ternyata sudah melek investasi sejak dini.

Kegemberiaan masyarakat Tanah Air atas prestasi Greysia - Apriyani wajar. Sebab pada perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 yang diselenggarakan tahun ini tersebut, Tim Merah Putih hanya membawa pulang 1 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu. Satu-satunya medali emas yang diraih tahun ini disumbangkan oleh Greysia - Apriyani.

Kisah mengharukan bagi Greysia untuk memenuhi mimpinya sejak 20 tahun lalu, bersama Apriyani berhasil mencetak sejarah sebagai pasangan ganda putri pertama Indonesia peraih medali emas Olimpiade. Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mengoleksi tujuh medali emas Olimpiade dari cabang olah raga bulu tangkis, tetapi tidak ada yang berasal dari nomor ganda putri.

Dielu-elukan dan dibanggakan seluruh masyarakat Indonesia hingga mendapatkan beragam bonus dan hadiah kini menghampiri Greysia - Apriyani. Tidak hanya dijanjikan bonus oleh pemerintah senilai Rp5 miliar, namun banyak perusahaan dan pengusaha juga menjanjikan apresiasi.

Tak ketinggalan, Bareksa marketplace finansial dan investasi terintegrasi pertama di Indonesia bersama OVO, salah satu platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Greysia, Apriyani dan pelatihnya yakni Eng Hian, berupa tabungan investasi reksadana senii Rp300 juta.

Serah terima apresiasi tersebut dilakukan secara virtual pada Jumat (6/8/2021) pukul 11.00 WIB yang juga dihadiri Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur Bareksa dan OVO dan Hanarugama, Direktur PT Syailendra Capital.

Bagaimana Greysia dan Apriyani mengelola keuangannya setelah mencapai kesuksesannya saat ini, serta bagaimana dia belajar investasi? Berikut petikan obrolan di acara yang disiarkan secara live di Instagram, Facebook dan Youtube Bareksa :

Investasi apa saja yang sudah dilakukan?

Apriyani : Iya pasti kita investasi di mana saja. Bareksa sangat membantu sekali. Belajar berinvestasi kan susah sekali, jadi pada akhirnya di sini, di Bareksa kita bisa belajar. Saya sangat senang sekali. Sebelumnya saya memang sudah ada investasi di properti, namun saya tidak bisa cerita di sini.

Greysia : Saya salah satu nasabah platinum Bareksa. Saya ingin mention nih, karena salah satu direktur Bareksa itu keponakan saya, saya bangga sama dia yang diambil dari OVO ya untuk mimpin di sini (di Bareksa). Terus dia bilang ayo investasi di sini kemudian saya coba lihat dan pelajari serta saya juga tanya-tanya ke dia. Oh ternyata sangat membantu.

Saya baru mulai pas zaman pandemi kemarin, di 2020. Investasi ini sangat membantu bagi kami atlet, atau sebagai apapun, anak muda, atau siapun yang mau benar-benar menginvestasikan uangnya. Untuk lebih terjamin di masa depan dan memang terbukti yang sudah saya lihat, bagus sekali.

Saya pribadi memang sudah melek investasi sejak usia belasan tahun. Saya sudah belajar menabung karena sebagai atlet itu kan perjalanan kita nggak lama, karena banyak kendala yang kita lalui.

Jadi sedini mungkin waktu itu saya berpikir bisa investasikan apa yang sebagian saya punya. Tidak semua investasi dalam satu basket (keranjang) jadi pilah-pilah. Kalau dulu ada Bareksa, lebih bagus lagi. Kalau dulu kan masih zaman jadul. Kita lihat perkembangan teknologi membawa kita ke masa depan yang lebih bagus dan cerah.

Banyak pihak memberikan apresiasi baik pemerintah, swasta, maupun perorangan. Bagaimana cara mengatur keuangan supaya tidak habis dalam satu waktu?

Apriani : Kita harus pintar-pintar mengelolanya. Seperti tadi dibilang Kak Greys, kita kan umur sebagai olahragawan tidak lama, jadi harus mengatur keuangan. 

Greysia : Jadi latar belakang keluarga saya itu dibidang keuangan juga. Kakak saya di salah satu di bank internasional di Jakarta dan kebetulan juga, ponakan saya menikah dengan yang salah satu direktur Bareksa, jadi saya belajar banyak. Berdiskusi.

Saya selalu membuka pikiran saya bukan hanya di bulutangkis tapi juga bidang-bidang lain karena itu sebagai hiburan. Pekerjaan kita kan pemain bulutangkis tetapi dengan adanya pengetahuan lain, itu yang membuat kita terhibur. Oh ternyata ada sesuatu, bukan hanya bulutangkis saja ya apalagi ini sangat mendukung.

Misalnya kita mendapat penghasilan dari bulutangkis tapi kita ada pengetahuan di luar itu sehingga kita bisa menabung dan ada tambahan yang bisa mendukung karir, kehidupan kita, dan bahkan waktu kita sudah pensiun nanti. Reksadana kan kita hanya taruh saja finasial kita di situ. Kita tinggal latihan bulutangkis saja, nanti dia growth sendiri kan. Kita tidak perlu pusing-pusing.

Mengapa perlu investasi di reksadana?

Greysia: Memang kami juga tahu ada histori beberapa atlet yang dulunya juara, sekarang tidak punya kehidupan yang layak. Memang kembali lagi ke diri sendiri dalam me-manage kemampuan apa yang kita punya. Ada pepatah yang bilang berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Jadi saya selalu tanamkan ke diri sendiri, apa yang kita tidak dapat sekarang, tidak apa-apa dont put every think in one basket dan jadi ada yang memang kita harus senang-senang, ada yang harus kita tabungkan.

Saya juga pernah share waktu Apriyani umur 19 bahwa harus ada pembagian dalam setiap penghasilan. Kita sebagai atlet butuh hiburan mau beli ini itu dan senang tapi ada alokasinya dan itu kan membantu kita meningkatkan performa karena merasa senang.

Tapi juga jangan lupa ada alokasinya untuk amal, orang tua dan investasi. Kalau dengan seperti itu kan hidup kita akan aman dan nyaman.

Kita tidak perlu khawatir tentang masa depan kita dan kita akan terus berjalan. Pada akhirnya kita akan main bulutangkis, latihan tidak terganggu dan prestasi jalan terus.

Hal itu juga melalui platform Bareksa ini, saya ingin sampaikan buat anak muda untuk mengatur dan mengeloa keuangan dengan baik. Bukan hanya atlet, sebab setiap profesi kita ada musimnya.

Misalnya jadi direktur akan bertahan sampai kapan, kan ada waktunya. Mau jadi segala sesuatu jika kita bisa mensiasati diri sendiri kan kedepannya kita tidak perlu khawatir dengan kehidupan kita sendiri dan anak-anak kita.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.