Masalah Keuangan Generasi Milenial dan Kolonial, Ini Solusinya

Hanum Kusuma Dewi • 23 Sep 2020

an image
Ilustrasi seorang ayah dan anak dari dua generasi (milenial dan kolonial) yang sedang berdikusi membahas investasi dan keuangan di depan komputer laptop

Budi Hikmat menjelaskan Overlapping Generation Model (OGM) untuk mengatasi ketimpangan kesejahteraan

Bareksa.com - Selama manusia hidup pasti menghadapi masalah, termasuk di aspek keuangan. Akan tetapi, mungkin saja masalah yang dihadapi tiap generasi itu berbeda-beda. 

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi Bahana TCW Investment Management mengungkapkan perbedaan masalah keuangan yang dihadapi oleh generasi tua yang kini mendekati pensiun (generasi X, kelahiran 1965-1980) dan generasi produktif (milenial, kelahiran 1980-1995) yang masih bekerja saat ini. 

"Generasi tua atau kolonial kebanyakan tidak happy karena memiliki aset tetapi tidak likuid, padahal mereka butuh cashflow untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara generasi muda atau milenial yang punya penghasilan tetap, saat ini ingin membeli aset tetapi tidak mampu membayar tunai," ujar Budi dalam sharing session Komunitas Nabi Yusuf. 

Maka dari itu, Budi menawarkan Overlapping Generation Model (OGM), untuk mengatasi masalah ketimpangan kemakmuran ini. Dalam OGM, generasi tua bisa menjual asetnya kepada anaknya, sementara anaknya membayar dengan sistem cicilan per bulan dengan harga yang lebih rendah daripada harga pasar. 

"Dengan model ini, yang milenial memiliki tetapi tidak menikmati aset, tetapi yang tua atau kolonial menikmati tetapi tidak memiliki aset tersebut. 

Model OGM, yang diformulasikan oleh Profesor Paul Samuelson pada tahun 1950-an ini diterapkan oleh Budi dalam keluarganya sendiri. Dahulu, Budi membeli aset ayahnya sendiri dengan cara cicilan, dan kini dia menawarkan aset rumahnya kepada anaknya dengan diskon besar. 

"Kami tidak kasih warisan tapi kami kasih deep discount 30-40 persen dari harga pasar dan dia bisa cicil hingga 15 tahun. Kami tidak punya dana pensiun, tapi tidak mau merepotkan anak," ujarnya. 

Grafik Islamic Overlapping Generation Model

Sumber: Silabus Perencanaan Kemakmuran ala Nabi Yusuf

Budi menjelaskan praktik yang telah dilakukan kepada anaknya ini bertujuan mendidik anak untuk berinvestasi berkelanjutan, seperti yang terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf, yang tertera baik di Alquran (QS 12:47) maupun Kitab Perjanjian Lama. Menurutnya, perencanaan keuangan Nabi Yusuf menggunakan strategi investasi sepanjang hayat (life-cycle investment) yang mengacu pada keputusan alokasi investasi berkala membayar masa depan dan aturan alokasi aset bertahap yang meliputi fase growth, protection and distribution.

Dia juga menjelaskan bahwa OGM ini bisa dikembangkan lebih lanjut tidak hanya terbatas untuk aset rumah, tetapi juga tanah dan aset lainnya. Bahkan, Budi mengungkapkan kemungkinan model ini bisa diterapkan dalam pembiayaan syariah (sharia financing). 

Secara lebih luas, OGM ini dipandang bisa menjadi solusi bagi para pemilik aset untuk bisa mendapatkan likuiditas (uang tunai) dengan cara lebih mudah. Pembeli juga bisa mendapatkan harga lebih murah, sebab para pemilik aset memang sedang dalam posisi butuh. 

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.