Saham MABA Kembali Banyak Dijual di Pasar Reguler, Tapi Diborong di Nego
 
 

Saham MABA Kembali Banyak Dijual di Pasar Reguler, Tapi Diborong di Nego

Harga saham MABA turun 1,1 persen menjadi Rp174 per saham
Jumat, 18 Januari 2019 09:30:34 WIB Evi Rahmayanti
Image
Volume transaksi saham MABA menjadi juara perdagangan yang tembus 9,7 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp169,1 miliar di Bursa Efek Indonesia.

Bareksa.com-  Pada perdagangan hari ini Jumat, 18 Januari 2019,  pergerakan saham  PT Marga Abhinaya Abadi Tbk. (MABA) kembali menarik perhatian. Hal ini terlihat dari volume perdagangan dan nilai transaksinya di Bursa Efek Indonesia sepanjang hari ini, meski harga sahamnya menurun.

Volume transaksi saham ini menjadi juara perdagangan yang tembus 9,7 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp169,1 miliar di Bursa Efek Indonesia.

Meskipun demikian, harga saham MABA terpantau melemah 1,1 persen menjadi Rp174 dari penutupan hari sebelumnya di Rp176.

Grafik: Pergerakan Harga Saham  MABA  Secara Intraday

Sumber: Bareksa.com

Menariknya, kali ini saham MABA banyak dijual Valbury Sekuritas (CP) di pasar reguler tapi banyak dibeli oleh CP di pasar negosiasi.

Di pasar reguler, CP tercatat sebagai salah satu broker yang banyak menjual saham MABA hingga 2,1 juta lot pada harga rata-rata Rp175,3 per saham. Nilai transaksi saham MABA oleh CP mencapai Rp36miliar.

Namun CP justru tercatat sebagai pembeli saham MABA terbesar di pasar negosiasi dengan volume hingga 1,5 juta lot saham. CP membeli saham MABA di bawah harga perdagangan reguler, yaitu Rp115 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp17,5 miliar.

Selain CP, di pasar reguler Bosowa Sekuritas (SA) juga melepas saham MABA sebanyak 1,3 juta lot saham pada harga rata-rata Rp175 per saham, senilai Rp21,9 miliar.

Sementara Reliance Sekuritas (LS) juga tercatat banyak menjual saham MABA. Broker ini menjual 1,1 juta lot saham MABA senilai Rp19 miliar. (hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER